Pekan Depan, Penjurusan Kelas SMA Dibahas Mendalam

Kompas.com - 14/11/2012, 18:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan kurikulum baru yang akan diberlakukan pada Juni 2013 ini masih menyisakan pembahasan mengenai penjurusan pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Rencananya pembahasan mendalam terkait penjurusan ini akan dilaksanakan pada pekan depan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa ada beberapa opsi terkait penjurusan pada tingkat SMA ini. Pilihannya memang ada pada penghapusan penjurusan atau tetap ada penjurusan dengan metode yang sedikit berbeda dengan sebelumnya.

"Ini rencananya akan dibicarakan lebih lanjut pada pekan depan. Yang memang sudah dibahas mendalam itu yang struktur untuk pendidikan dasar," kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Sementara berdasarkan paparan yang disampaikan pada Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Boediono, ada tiga alternatif yang ditawarkan disertai dengan pertimbangan kelebihan dan kekurangannya. Namun alternatif ini belum dapat diputuskan karena harus melihat uji publik terlebih dahulu.

Adapun alternatif pertama adalah penjurusan dilakukan mulai kelas X. Penjurusan di awal ini membuat anak-anak fokus belajar sejak awal. Sementara sistem peminatannya hanya didasarkan pada hasil belajar sebelumnya yaitu rapor atau hasil UN SMP.

Alternatif kedua adalah difokuskan pada minat pada pendidikan lanjutan. Hal ini tentu membuat anak tidak terbebani dengan mata pelajaran yang tidak disukainya. Namun untuk alternatif ini, proses bimbingan harus lebih efektif agar anak-anak ini paham apa yang dipilihnya bukan sekedar coba-coba. Selain itu, sistem untuk Ujian Nasional (UN) juga harus diubah.

Alternatif terakhir adalah non penjurusan pada siswa SMA ini. Para murid diberi ruang seluas-luasnya untuk memilih sendiri mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya. Namun hal ini juga membutuhkan bimbingan yang efektif agar anak-anak tidak salah pilih karena berkaitan dengan masa depannya.

"Semua ini masih akan dibahas lebih lanjut lagi. Tapi tentunya yang terbaik yang akan dijalankan," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau